Merah Putih
» Sekilas Info
| « Last Page | viewing results 1-10 of 11 | Next Page » |
|
Sukseskan Pemilihan Presiden Periode 2009 - 2014
Rabu, 8 Juli 2009 Suara Anda Menentukan Masa Depan Bangsa |
|
Menyambut HUT Bayangkara 1 Juli 2009
Polisi dituntut untuk lebih bersikap professional dan transparan dalam bertindak |
|
Denpasar: Pihak Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (30/6), kembali menerima empat pasien dugaan flu babi. Sebelumnya, dua pasien positif virus H1N1 juga dirawat. Pasien rujukan dari sejumlah klinik di Kuta tersebut berasal dari negara berbeda, yaitu Jerman, Argentina, dan Australia.
Sumber Liputan6.com |
|
Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (RUU Tipikor) yang dalam waktu dekat akan diserahkan ke DPR RI itu, dipastikan tidak akan mencantumkan ancaman hukuman mati.
Sebab, jika ancaman hukuman mati dicantumkan, akan membuka peluang bagi para koruptor yang melarikan ke luar negeri untuk menolak diekstradisi. |
|
Agenda Pemilu Presiden dan Wapres 2009
PROGRAM KEGIATAN A. TAHAP PERSIAPAN 1. Finalisasi peraturan penyelenggaraan 1 Jan-31 Mar 2009 pemilu presiden dan wapres 2. Sosialisasi informasi/ pendidikan pemilih 1 Mar-30 Juni 2009 kepada masyarakat 3. Simulasi pengolahan data dan pengitungan 1 Mei-30 Juni 2009 suara secara manual dan elektronik di tingkat TPS 4. Rapat kerja/ Teknis KPU dan Tim/Pokja 1 Jan-8 Okt 2009 pembina pemilu luar negeri 5. Rapat kerja/teknis dan konsultasi regional 1 Jan-8 Okt 2009 KPU, KPU Propinsi,dan KPU kabupaten/kota B. TAHAPAN PELAKSANAAN 1. Sosialisasi tahapan dan informasi pemilu 5 Apr-16 Sep 2009 2. Penyerahan DP4 dari pemerintah 9 April 2009 3. Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih 10 Apr-5 Juli 2009 4. Pencalonan 6-30 Mei 2009 5. Pengadaan dan pendistribusian 16 Mar-21 Juni 2009 perlengkapan pemilu presiden dan wapres 6. Kampanye 1 Juni-5 Juli 2009 7. Tahapan Pemungutan suara dan pengitungan suara a. Persiapan menjelang pemungutan suara 3 Mei-4 Juli 2009 b. Pemungutan suara dan pengitungan suara 6 Juli 2009 oleh KPPS/KPPSLN 8. Penetapan dan pengumuman hasil pemilu tahap I 27 Juli 2009 secara nasional 9. Pencetakan dan pendistribusian perlengkapan 29 Juli-10 Sept 2009 pemilu tahap II 10.Kampanye Tahap II (penajaman visi, misi, dan 14-16 Sept 2009 program) 11.Pemungutan suara dan pengitungan suara tahap II a. Persiapan menjelang pemungutan suara 1-20 Sept 2009 b. Pemungutan suara dan pengitungan suara 21 Sept 2009 12.Penetapan dan pengumuman hasil pemilu 9-10 Okt 2009 tahap II secara nasional 13.Pelantikan dan sumpah janji Presiden dan Wapres 20 Oktober 2009 dipandu oleh Ketua MA 14.Laporan KPU Kab/Kota dan KPU Provinsi ke KPU 1-30 Nop 2009 15.Laporan KPU pada DPR dan Presiden 1-30 Nop 2009 16.Laporan pertanggungjawaban anggaran 1 Nop-30 Des 2009 Pemilu 2009 Sumber:Pokok-Pokok Penjelasan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI tanggal 8 September 2008 |
|
Ledakan bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton dituding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai terkait dengan politik. Bisa jadi pernyataan tersebut benar, tetapi bukan dari lawan politiknya.
Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Faruq Muhammad mengatakan bahwa insiden tersebut bisa saja didalangi oleh pendukung kandidat capres dan cawapes. "Bicara kemungkinan motif politik, jangan terus membayangkan yang kalah, yakni JK-Wiranto dan Mega-Prabowo. Mereka orang terhormat. Tetapi yang di belakang itu bisa jadi tidak puas," tutur Faruq dalam diskusi mingguan bertema "Bom Lagi", di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (18/7). Ia mencontohkan, kejadian ini seperti supporter sepak bola yang kemudian mengamuk karena jagoannya kalah di lapangan. Namun, tambahnya, motif dan modus peledakan bom Jumat pagi kemarin perlu ditelusuri lebih jauh. "Sampai di mana koneksinya antara pilpres dan teror bom, akarnya kejahatan balas dendam atau karena kekecewaan, atau bunuh diri, itu perlu diinvestigasi lebih dalam," ujarnya. * Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih menyelidiki modus operandi pelaku pengeboman di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Polri belum mengetahui apakah pelaku juga tercatat sebagai tamu di hotel mewah tersebut atau bahkan menginap seperti pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot, Jakarta, yang berinisial N. "Sedang kita selidiki. Kita akan ungkap apakah dia tidur di hotel itu atau tidak," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Nanan Sukarna, Sabtu (18/7). Menurut dia, polisi juga menyelidiki gambar pria yang ada di CCTV. Jumat kemarin, gambar dari CCTV beredar di sejumlah televisi. Pada CCTV tersebut jelas terlihat ada seorang pria berjas dan bertopi, masuk ke restoran. Tingkah pria berbadan tinggi tegap ini pun mencurigakan. Dia membawa dua tas, ransel yang dibawa di depan dan koper yang ditarik. "Termasuk (gambar) itu yang sedang dicoba diolah. Kepolisian akan berusaha maksimal, mungkin hasilnya dapat diumumkan hari ini atau secepatnya," kata dia. Berdasarkan info yang dilansir dari pusat informasi Polda Metro Jaya, dari perawakannya, pria berjas tersebut diduga sebagai orang asing. "Kita jangan menduga-duga. Kan bisa saja dia korban," tukas mantan Kapolda Sumatera Utara itu. Sabtu ini, polisi masih akan melakukan oleh tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti. Sebelumnya, pada Jumat, terjadi ledakan di Hotel JW Marriott pada pukul 07.47.12. Ini kedua kalinya hotel tersebut menjadi sasaran bom dari orang tak bertanggung jawab. Sepuluh menit kemudian (pukul 07.57.00), ledakan juga terjadi di Hotel Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta. * Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Ansyaad Mbai menyatakan, Noordin M Top terkait pemboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (18/7) pagi. "Dari modus yang dilancarkan, ini jelas terkait Noordin M Top," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Inspektur Jenderal Polisi Ansyaad Mbai menambahkan, meski modus yang digunakan masih konvensional, yakni bom bunuh diri, aksi ini dilakukan dengan cara yang lebih canggih, yakni langsung menyusup ke dalam sasaran. "Sebelumnya kan bom bunuh diri hanya dilakukan di luar, di halaman hotel atau apa. Namun ini, di tengah sistem pengamanan yang sudah begitu ketat, mereka bisa menembus hingga ke target sasaran utama," kata Ansyaad. Ia mengemukakan, meski dalam empat tahun terakhir aksi terorisme tidak terjadi di Indonesia, Noordin M Top beserta sel-sel jaringannya terus aktif melakukan "konsolidasi" meski dalam kurun waktu tersebut aparat juga kerap menyisir dan menangkap para kaki tangan Noordin M Top. "Kejadian ini merupakan bukti kalau mereka masih kuat dan ini yang harus menjadi prioritas, yakni menangkap si aktor, yaitu Noordin M Top. Selama aktornya belum ditangkap, ya segala upaya antisipasi seperti apa pun akan sia-sia," tuturnya. Dalam beberapa waktu terakhir, aparat sudah melakukan penyisiran dan penangkapan di beberapa daerah yang diduga sebagai tempat persembunyian dan aktivitas Noordin M Top dan kaki tangannya, seperti Cilacap (Jawa Tengah), Lampung, dan Malang (Jawa Timur). Salah satu yang tertangkap adalah Syaefudin Zuhri, yang ditangkap di Cilacap, Juni 2009. Berdasar penuturan alumnus sebuah pelatihan di kamp di Afganistan pada 1990, Noordin M Top masih memiliki pengaruh dan jaringan yang kuat di Indonesia. Tak hanya itu. Menurut teman satu angkatan Ali Imran itu, Noordin M Top masih sangat dilindungi oleh sesama anggota Jamaah Islamiyah (JI) sehingga aparat masih sulit untuk menemukan jejak secara pasti buronan nomor satu itu. Sumber KOMPAS.com |
|
Mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Brigadir Jenderal Polisi Suryadharma Salim menegaskan bom yang mengguncang Hotel J.W. Marriott dan Hotel Ritz Carlton tak memiliki hubungan apapun dengan politik di Indonesia. "Seribu persen ini politik Alqaeda mendirikan negara Islam," ucap Suryadharma saat bincang-bicang dalam acara Teror Kembali Mengguncang di tvOne, Selasa (21/7). Suryadharma juga yakin pengeboman yang dilakukan jaringan Noordin M. Top ini menggunakan bom yang dirakit di luar hotel. "Tidak mungkin bom dirakit di dalam hotel," ungkap Suryadharma. Lebih jauh, Suryadharma menjelaskan, pelaku bom bunuh diri tak memiliki kemampuan merakit bom. "Mereka [eksekutor--red] hanya mengetahui how to use a bomb," jelas Suryadharma. Operasi pengeboman bunuh diri seperti di kedua hotel itu juga tak memungkinkan eksekutor bertemu perakit bom. Persoalannya. Bagaimana bom bisa masuk ke hotel yang memiliki pengamanan super ketat itu? Menurut Suryadharma, bom masuk ke dalam hotel melibatkan orang dalam. Peran orang itulah yang memungkinkan pengamanan menjadi longgar. "Sekecil apapun, ini pasti melibatkan orang dalam," tegas Suryadharma.
|
|
